Tuesday, August 22, 2006

Ketika De Curhat...!!!

Curhat Seorang Gadis
Oleh: De*

meski kau tak slalu di sampingku...
aku tetap tegar menjalani hidup dengan cintamu
aku kan slalu menanti kedatanganmu
karena bagiku, kau adalah segalanya
semoga kita kan bersama dalam nuansa
bahagia yang kita damba
I Miss You

Email pertama buat kekasihku yang jauh nun di sana, yang aku kirimkan beberapa waktu yang lalu. Dia memang baru saja meninggalkanku, demi mencapai sebuah cita-cita luhurnya, belajar di Negeri Para Nabi-Nya. Hubungan kami hubungan jarak jauh. Selama hampir empat tahun berhubungan, kami jarang sekali bertemu. Maklum, aku lahir dan besar di Jakarta, sedang dia asli Malang. Rasa rindu hanya tersalurkan via sms atau sapa lewat telepon.

"Penantian memang pekerjaan yang paling membosankan, sayang. Tapi kalau penantian itu dibarengi dengan harapan yang sangat besar akan datangnya sesuatu yang dinanti, maka penantian bukan lagi hal yang membosankan, melainkan berubah menjadi sesuatu yang sangat indah. Aku janji akan segera kembali, ke pelukanmu. Yang penting, kamu tetap sabar dan tegar. Aku selalu ada di hatimu, sayang" Kata-kata terakhir kekasihku, yang selalu terngiang di telingaku dan memberiku kekuatan.
***

Sepulang dari kampus, aku sempatkan mampir ke warnet. Harapan besar kekasihku membalas emailku yang lalu. Senyum indah tersungging di bibirku, tatkala ada satu email masuk darinya.

dalam perjalanan panjangku
satu nama telah memberi warna di jiwaku
itulah namamu, de
senyummu takkan pernah hilang dari mataku
karna namamu slalu terukir dihatiku
kebersamaan kita merona menjelma cinta
nafasku tersengal antara harapan dan ketakutan akan dirimu
yang benar-benar menjadi sosok yang begitu aku rindu
namun...apakah kau merasa apa yang kurasakan saat ini, de?
mengapa aku slalu merasa takut kehilangan ?
seribu perasaan slalu menghantui kemanapun aku pergi.
apakah kau merasakan hal yang sama, sayang?
I Miss You too

Tak perlu kau menanyakan kesetiaan seorang perempuan, sayang. Sekali dia bilang setia, seumur hidupnya dia akan setia. Justru aku yang seharusnya mengirim email ini buatmu, karena aku tahu bagaimana laki-laki itu, sedikit banyak aku tahu. Rasa takutku akan kehilangan dirimu, melebihi apa yang kau rasa. Jangan kau tanya lagi rasa rinduku yang tertahan di dada, sudah tidak ada lagi wadah untuk menumpahkannya. Saat ini, hanya kekuatan cintalah yang membuatku bertahan. Ikrar setiamulah yang selalu aku jadikan pegangan. Sungguh, aku sangat menantimu kembali.
***

Perasaanku sedang tidak enak, nich. Sudah hampir satu minggu kekasihku tidak mengirim kabar kepadaku, sms pun tidak. Ada apa, ya? Apakah dia sudah tidak rindu lagi kepadaku? Apakah dia sudah mulai akan melupakanku? Apakah sudah ada perempuan lain yang saat ini merebut hatinya dari hatiku? Tidak!!! Jangan kau coba mengganggu hubungan "mesra" kami dengan tuduhan-tuduhan seperti itu. Aku sudah kenal siapa dia, sudah kenal banyak tentangnya. Dia tidak mungkin mengkhianati cintaku. Dia akan tetap setia kepadaku. Dia tidak mungkin berpaling kepada perempuan lain. Dia adalah pengeranku, dan aku adalah bidadari paginya.

Ku tatap foto ukurun jumbo di dinding kamarku. Seutas senyumnya yang manis, ditujukan hanya padaku. Ku tatap lama foto itu, sampai bip message dari hp-ku berbunyi, dan membuyarkan lamunanku akan dia yang begitu aku puja. Satu message dari kekasihku. Apa aku bilang tadi? Dia pasti akan menghubungiku. Tidak mungkin, dia melupakan aku. Pengorbanan kami selama ini tidak mungkin dia sia-siakan begitu saja.

Yang…sehat kan? Lagi ngapain ne? Sorry banget ya, udah lama aku nggak kirim kabar. Banyak urusan, sayang. Sebagai mahasiswa baru di sini, aku harus lapor diri dulu ke KBRI. Harus bikin kartu mahasiswa, berebutan dengan beribu-ribu mahasiswa lainnya. Sorry banget ya..!! MmuaacchhhJ

Duhai, CINTA. Indahnya. Rasa rindu memang kadang sangat menyiksa. Tapi, lama kelamaan, setelah dirasa-rasa kembali, rasa rindu itu terasa sangat nyaman. Kau tahu, betapa aku sangat merindukanmu. Dan kau bisa mengobati rinduku, yang semakin hari semakin menyiksa, hingga kadang membuatku harus mengalah. Demi CINTA, aku akan tetap rela dengan keadaan seperti sekarang ini. Aku sangat yakin, saat bahagia itu akan segera tiba.
***

Segera aku berlari ke warnet dekat rumahku. Aku ingin mengirim email lagi buatnya, sebagai balesan sms yang baru saja dia kirim. Aku sedang tidak ada pulsa. Jadi aku putuskan untuk bales lewat email saja. Untunglah, warnet langgananku tidak sesesak sebelumnya, hanya ada satu-dua orang di sana. Segera aku duduk. Dan dengan perasaan CINTA, tanganku menari di atas tuts-tuts keyboard.

Saat kutatap wajahmu
kutemukan kesejukan kala bibir manismu merekah
dengan senyum di wajah cerahmu
Kehidupanku laksana layar kecil
yang menuju pulau idaman
didalamnya kala ada suka, kala ada duka
Tapi itulah realita
Realita mempertemukan kita pada dua jalan
yang membentang panjang di hadapan mata
Kau tempuh saharamu yang jauh, akupun merangkak
dalam pekat malam diujung petang tanpa ambang
Dan aku takkan menyerah kala angin membuatku goyah
Walau payah, lelah, memaksaku tuk mengalah
Karna aku yakin, kebahagiaan akan datang dan impian
akan menjadi kenyataan
Datangmu ku tunggu, tuk hempaskan seluruh luka dan duka
bersama air mata di peluk eratmu
Percayalah...kau simponi hidupku
Pengiring melodi sepi yang kita huni sampai nanti
Love U n Miss U so Much

Puas rasanya hati ini, setelah sejuta perasaan di hati dapat aku tumpahkan lewat untaian kata indah puisi. Ku harap, kekasihku bisa mengerti apa yang sedang aku rasa saat ini. Aku sangat merindukan sosok indahnya. Aku ingin segera bertemu kembali. Dua bulan perpisahan itu, ku rasa bagai berabad-abad lamanya. Benar kata mereka, CINTA itu semakin terasa saat orang yang kita cintai berada jauh dan tidak menemani kita di sisi.
***

Begitulah perjalanan kasih kami, selalu hanya lewat sapa sms, saling kirim email dan sekali-dua kali aku atau dia nelepon untuk sekedar tanya kabar dan kesibukan masing-masing. Kami menikmati hubungan seperti ini. Dengan menjalani hubungan yang seperti ini, kami bahkan lebih optimis bisa bersatu dalam jenjang yang lebih “sempurna”. Hubungan jarak jauh yang menurut beberapa orang sulit untuk bersatu, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kelancaran hubungan kami.

Memang, tidak bisa aku pungkiri, sebagai seorang perempuan, rasa khawatir dan takutku akan kehilangan dia, kadang-kadang membuatku curiga dan sempat ragu akan kesetiaan dia. Itu hal biasa. Semua perempuan merasakan hal ini, jika jauh dari sang pujaan hati. Untunglah, dia lumayan sering menyapaku. Sering memberiku semangat hidup. Selalu memperhatikan aku. Dia tahu apa yang paling diharapkan seorang perempuan dari seorang laki-laki, PERHATIAN. Rasa sayang dan cinta itu akan memudar, untuk kemudian akan hilang sedikit demi sedikit, kalau tidak dibumbui dengan perhatian yang sangat akan apa yang kita sayangi dan kita cintai. Rasa sayang itu ibarat bunga, perlu disiram dan dipupuk. Dibiarkan begitu saja, bunga itu akan layu, MATI.

Satu tahun berlalu, 25 Juni 2006
Hubungan kami selama ini baik-baik saja, Alhamdulillah. Aku selalu berharap dalam setiap doaku, semoga Allah menjadikan dia sebagai pangeran rumah tanggaku, yang akan membimbingku dalam beribadah kepada-Nya. Hanya Tuhanlah yang bisa menentukan semua. Kami berdua manusia lemah yang hanya bisa berusaha. Segala ketentuan, kami pasrahkan hanya kepada-Nya.

Sehabis shalat isya’, hp-ku kembali berbunyi, tanda ada sebuah message masuk. Ternyata, kekasihku kembali menyapaku.

Yang...aku akan berlibur ke Indonesia tahun ini, sehabis ujian term II nanti. Insya Allah, aku akan berangkat dari Cairo tanggal 3 Juli. Kamu akan menjemput aku di bandara kan? Aku pulang untuk meminangmu, sayang. Telah aku kirim surat pinanganku lewat email kemarin. Dibaca yaa..! See U

Puji syukur hanya milikMu, ya Allah. Kau telah menjawab segala kegelisahanku selama ini. Kau balas kesabaranku selama ini dengan sesuatu yang setimpal. Terima kasih buatMu, ya Tuhanku...!!

Tak sabar aku ingin membaca emailnya. Tak sabar juga ingin segera tanggal 3 bulan Juli. Aku pendam rasa tak sabarku itu. Esok pasti datang jua, aku akan mampir ke warnet setelah dari kampus. Aku ingin segera nyenyak dalam tidur. Ingin dia hadir dalam mimpi indahku malam ini, dengan sebuah cincin pertunangan yang nantinya akan melingkar di jari manisku.
***

Di saat malam datang
kau buat tidurku gelisah
tuk tentukan kemana langkahku

De..
sabarlah menanti
takkan lama lagi
saat musim berganti
aku kan datang meminangmu

De..
percayalah hati ini pun sepi
rindu akan hadirmu
cahaya hidupku
penerang jalanku
kaulah yang akan menjadi irama dalam hidupku

De sayang...
jangan menangis terus
hapus air mata di wajah cantikmu
penantianmu pasti berakhir di batas waktu
percaya padaNYA,
ini hanya likuan hidup

Yang..
janganlah kau risau
gelisah hatipun jangan
saat itu pasti kan datang
saat ku datang padamu

saat ku katakan dengan indah
izinkan aku meminangmu
menikahlah denganku
jadikan aku raja bagimu
dalam istana hatimu..
salam sayang selalu


Kini, cerita tentang aku dan dia bukan lagi cerita sepasang kekasih yang sedang merajut CINTA. Bah, apa CINTA itu? Hasrat berlebihan untuk memiliki seseorang? Nafsu tak tertahan terhadap lawan jenis? Atau persepsi lainnya tentang CINTA? Tidak ada dalam cerita kami seperti itu. Lebih dari itu, cerita kami ini adalah cerita perjalanan hidup sepasang insan yang ternaung dalam lindungan Ilahi. Kami saling menyayangi karena-Nya. Dan walaupun nantinya ketentuan dari-Nya berkata lain dengan menghendaki kami berpisah sebelum sempat bertemu kembali, insya Allah kami akan menjadi orang yang tabah dengan sama-sama melepaskan ikatan karena-Nya juga.



*De, hanyalah sebuah ikon.

Friday, July 21, 2006

Cuma Bisa Berharap

Rabb...
Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seseorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untukMu dan orang lain

Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siap dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seseorang yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku

Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisik, hartaku atau statusku tapi karena Engkau
Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki tangguh ketika aku berada di sisinya

Seseorang yang bisa menjadi navigator sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengungatkan saat diriku lancang

Tuhanku...
Aku tak meminta seseorang yang sempurna sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seseorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia orang yang semulia Ummu Sulaim,
Atau setaqwa Aisyah, pun setabah Fatimah,
Ataupun sekaya bunda Khadijah, setegar Asma,
Juga segagah Nusaibah, apalagi secantik Zainab
Aku hanya mengharap seorang wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Menjadi sholehah, menjadi ainul mardhiyah...

Karena aku sadar aku bukanlah manusia mulia Muhammad SAW,
Tidak setaqwa Abu Bakar,
Pun tidak setampan Ali,
Ataupun segagah Umar,
Apalagi sekaya Utsman
Aku hanyalah seorang pria akhir zaman yang punya cita-cita
Berusaha mengikuti mereka, membangun keturunan yang sholeh
Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah bangga di akhirat

Tuhanku...
Aku juga meminta
Jadikan aku pelindung baginya
Buatlah aku manjadi lelaku yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh juwaku

Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat benyak dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

Bunga mawar tak mekar dalam semalam,
namun bisa layu dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari,
namun bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat,
namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran dan ridhoMu, ya rabb...

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu
Aku berharap kami berdua dapat mengatakan :
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Hidup yang Dilematis

Hidup ini kadang dilematis
dan teramat sulit untuk di pikirkan.
Perjalanan hidupku tak pernah lepas dari aral dan hinaan

terlalu pahit untuk di rasakan
terlalu hitam untuk di lukiskan
terlalu menyakitkan untuk di kenang
terlalu berat untuk di katakan dengan kata-kata......

Yach...andai kau tak ku temukan saat itu,
Mungkin kebahagiaan takkan pernah kurasakan.
Sejak itulah semua bermula
Ada suatu asa yang menelusupi ruang-ruang hampa dalam hidupku.

Di balik kepedihan hidupku,
Dia masih memberiku kesempatan tuk merasakan indahnya dunia.

Ya Allah, ridhai keadaan ini
Kuatkanlah aku dalam penantian ini
Pertemukan aku dan jadikan dia sebagai teman hidupku
Agar aku tak sendiri meniti hari-hari sepi yang panjang ini.