Ketika De Curhat...!!!
Curhat Seorang Gadis
Oleh: De*
meski kau tak slalu di sampingku...
aku tetap tegar menjalani hidup dengan cintamu
aku kan slalu menanti kedatanganmu
karena bagiku, kau adalah segalanya
semoga kita kan bersama dalam nuansa
bahagia yang kita damba
I Miss You
Email pertama buat kekasihku yang jauh nun di sana, yang aku kirimkan beberapa waktu yang lalu. Dia memang baru saja meninggalkanku, demi mencapai sebuah cita-cita luhurnya, belajar di Negeri Para Nabi-Nya. Hubungan kami hubungan jarak jauh. Selama hampir empat tahun berhubungan, kami jarang sekali bertemu. Maklum, aku lahir dan besar di Jakarta, sedang dia asli Malang. Rasa rindu hanya tersalurkan via sms atau sapa lewat telepon.
"Penantian memang pekerjaan yang paling membosankan, sayang. Tapi kalau penantian itu dibarengi dengan harapan yang sangat besar akan datangnya sesuatu yang dinanti, maka penantian bukan lagi hal yang membosankan, melainkan berubah menjadi sesuatu yang sangat indah. Aku janji akan segera kembali, ke pelukanmu. Yang penting, kamu tetap sabar dan tegar. Aku selalu ada di hatimu, sayang" Kata-kata terakhir kekasihku, yang selalu terngiang di telingaku dan memberiku kekuatan.
***
Sepulang dari kampus, aku sempatkan mampir ke warnet. Harapan besar kekasihku membalas emailku yang lalu. Senyum indah tersungging di bibirku, tatkala ada satu email masuk darinya.
dalam perjalanan panjangku
satu nama telah memberi warna di jiwaku
itulah namamu, de
senyummu takkan pernah hilang dari mataku
karna namamu slalu terukir dihatiku
kebersamaan kita merona menjelma cinta
nafasku tersengal antara harapan dan ketakutan akan dirimu
yang benar-benar menjadi sosok yang begitu aku rindu
namun...apakah kau merasa apa yang kurasakan saat ini, de?
mengapa aku slalu merasa takut kehilangan ?
seribu perasaan slalu menghantui kemanapun aku pergi.
apakah kau merasakan hal yang sama, sayang?
I Miss You too
Tak perlu kau menanyakan kesetiaan seorang perempuan, sayang. Sekali dia bilang setia, seumur hidupnya dia akan setia. Justru aku yang seharusnya mengirim email ini buatmu, karena aku tahu bagaimana laki-laki itu, sedikit banyak aku tahu. Rasa takutku akan kehilangan dirimu, melebihi apa yang kau rasa. Jangan kau tanya lagi rasa rinduku yang tertahan di dada, sudah tidak ada lagi wadah untuk menumpahkannya. Saat ini, hanya kekuatan cintalah yang membuatku bertahan. Ikrar setiamulah yang selalu aku jadikan pegangan. Sungguh, aku sangat menantimu kembali.
***
Perasaanku sedang tidak enak, nich. Sudah hampir satu minggu kekasihku tidak mengirim kabar kepadaku, sms pun tidak. Ada apa, ya? Apakah dia sudah tidak rindu lagi kepadaku? Apakah dia sudah mulai akan melupakanku? Apakah sudah ada perempuan lain yang saat ini merebut hatinya dari hatiku? Tidak!!! Jangan kau coba mengganggu hubungan "mesra" kami dengan tuduhan-tuduhan seperti itu. Aku sudah kenal siapa dia, sudah kenal banyak tentangnya. Dia tidak mungkin mengkhianati cintaku. Dia akan tetap setia kepadaku. Dia tidak mungkin berpaling kepada perempuan lain. Dia adalah pengeranku, dan aku adalah bidadari paginya.
Ku tatap foto ukurun jumbo di dinding kamarku. Seutas senyumnya yang manis, ditujukan hanya padaku. Ku tatap lama foto itu, sampai bip message dari hp-ku berbunyi, dan membuyarkan lamunanku akan dia yang begitu aku puja. Satu message dari kekasihku. Apa aku bilang tadi? Dia pasti akan menghubungiku. Tidak mungkin, dia melupakan aku. Pengorbanan kami selama ini tidak mungkin dia sia-siakan begitu saja.
Yang…sehat kan? Lagi ngapain ne? Sorry banget ya, udah lama aku nggak kirim kabar. Banyak urusan, sayang. Sebagai mahasiswa baru di sini, aku harus lapor diri dulu ke KBRI. Harus bikin kartu mahasiswa, berebutan dengan beribu-ribu mahasiswa lainnya. Sorry banget ya..!! MmuaacchhhJ
Duhai, CINTA. Indahnya. Rasa rindu memang kadang sangat menyiksa. Tapi, lama kelamaan, setelah dirasa-rasa kembali, rasa rindu itu terasa sangat nyaman. Kau tahu, betapa aku sangat merindukanmu. Dan kau bisa mengobati rinduku, yang semakin hari semakin menyiksa, hingga kadang membuatku harus mengalah. Demi CINTA, aku akan tetap rela dengan keadaan seperti sekarang ini. Aku sangat yakin, saat bahagia itu akan segera tiba.
***
Segera aku berlari ke warnet dekat rumahku. Aku ingin mengirim email lagi buatnya, sebagai balesan sms yang baru saja dia kirim. Aku sedang tidak ada pulsa. Jadi aku putuskan untuk bales lewat email saja. Untunglah, warnet langgananku tidak sesesak sebelumnya, hanya ada satu-dua orang di sana. Segera aku duduk. Dan dengan perasaan CINTA, tanganku menari di atas tuts-tuts keyboard.
Saat kutatap wajahmu
kutemukan kesejukan kala bibir manismu merekah
dengan senyum di wajah cerahmu
Kehidupanku laksana layar kecil
yang menuju pulau idaman
didalamnya kala ada suka, kala ada duka
Tapi itulah realita
Realita mempertemukan kita pada dua jalan
yang membentang panjang di hadapan mata
Kau tempuh saharamu yang jauh, akupun merangkak
dalam pekat malam diujung petang tanpa ambang
Dan aku takkan menyerah kala angin membuatku goyah
Walau payah, lelah, memaksaku tuk mengalah
Karna aku yakin, kebahagiaan akan datang dan impian
akan menjadi kenyataan
Datangmu ku tunggu, tuk hempaskan seluruh luka dan duka
bersama air mata di peluk eratmu
Percayalah...kau simponi hidupku
Pengiring melodi sepi yang kita huni sampai nanti
Love U n Miss U so Much
Puas rasanya hati ini, setelah sejuta perasaan di hati dapat aku tumpahkan lewat untaian kata indah puisi. Ku harap, kekasihku bisa mengerti apa yang sedang aku rasa saat ini. Aku sangat merindukan sosok indahnya. Aku ingin segera bertemu kembali. Dua bulan perpisahan itu, ku rasa bagai berabad-abad lamanya. Benar kata mereka, CINTA itu semakin terasa saat orang yang kita cintai berada jauh dan tidak menemani kita di sisi.
***
Begitulah perjalanan kasih kami, selalu hanya lewat sapa sms, saling kirim email dan sekali-dua kali aku atau dia nelepon untuk sekedar tanya kabar dan kesibukan masing-masing. Kami menikmati hubungan seperti ini. Dengan menjalani hubungan yang seperti ini, kami bahkan lebih optimis bisa bersatu dalam jenjang yang lebih “sempurna”. Hubungan jarak jauh yang menurut beberapa orang sulit untuk bersatu, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kelancaran hubungan kami.
Memang, tidak bisa aku pungkiri, sebagai seorang perempuan, rasa khawatir dan takutku akan kehilangan dia, kadang-kadang membuatku curiga dan sempat ragu akan kesetiaan dia. Itu hal biasa. Semua perempuan merasakan hal ini, jika jauh dari sang pujaan hati. Untunglah, dia lumayan sering menyapaku. Sering memberiku semangat hidup. Selalu memperhatikan aku. Dia tahu apa yang paling diharapkan seorang perempuan dari seorang laki-laki, PERHATIAN. Rasa sayang dan cinta itu akan memudar, untuk kemudian akan hilang sedikit demi sedikit, kalau tidak dibumbui dengan perhatian yang sangat akan apa yang kita sayangi dan kita cintai. Rasa sayang itu ibarat bunga, perlu disiram dan dipupuk. Dibiarkan begitu saja, bunga itu akan layu, MATI.
Satu tahun berlalu, 25 Juni 2006
Hubungan kami selama ini baik-baik saja, Alhamdulillah. Aku selalu berharap dalam setiap doaku, semoga Allah menjadikan dia sebagai pangeran rumah tanggaku, yang akan membimbingku dalam beribadah kepada-Nya. Hanya Tuhanlah yang bisa menentukan semua. Kami berdua manusia lemah yang hanya bisa berusaha. Segala ketentuan, kami pasrahkan hanya kepada-Nya.
Sehabis shalat isya’, hp-ku kembali berbunyi, tanda ada sebuah message masuk. Ternyata, kekasihku kembali menyapaku.
Yang...aku akan berlibur ke Indonesia tahun ini, sehabis ujian term II nanti. Insya Allah, aku akan berangkat dari Cairo tanggal 3 Juli. Kamu akan menjemput aku di bandara kan? Aku pulang untuk meminangmu, sayang. Telah aku kirim surat pinanganku lewat email kemarin. Dibaca yaa..! See U
Puji syukur hanya milikMu, ya Allah. Kau telah menjawab segala kegelisahanku selama ini. Kau balas kesabaranku selama ini dengan sesuatu yang setimpal. Terima kasih buatMu, ya Tuhanku...!!
Tak sabar aku ingin membaca emailnya. Tak sabar juga ingin segera tanggal 3 bulan Juli. Aku pendam rasa tak sabarku itu. Esok pasti datang jua, aku akan mampir ke warnet setelah dari kampus. Aku ingin segera nyenyak dalam tidur. Ingin dia hadir dalam mimpi indahku malam ini, dengan sebuah cincin pertunangan yang nantinya akan melingkar di jari manisku.
***
Di saat malam datang
kau buat tidurku gelisah
tuk tentukan kemana langkahku
De..
sabarlah menanti
takkan lama lagi
saat musim berganti
aku kan datang meminangmu
De..
percayalah hati ini pun sepi
rindu akan hadirmu
cahaya hidupku
penerang jalanku
kaulah yang akan menjadi irama dalam hidupku
De sayang...
jangan menangis terus
hapus air mata di wajah cantikmu
penantianmu pasti berakhir di batas waktu
percaya padaNYA,
ini hanya likuan hidup
Yang..
janganlah kau risau
gelisah hatipun jangan
saat itu pasti kan datang
saat ku datang padamu
saat ku katakan dengan indah
izinkan aku meminangmu
menikahlah denganku
jadikan aku raja bagimu
dalam istana hatimu..
salam sayang selalu
Kini, cerita tentang aku dan dia bukan lagi cerita sepasang kekasih yang sedang merajut CINTA. Bah, apa CINTA itu? Hasrat berlebihan untuk memiliki seseorang? Nafsu tak tertahan terhadap lawan jenis? Atau persepsi lainnya tentang CINTA? Tidak ada dalam cerita kami seperti itu. Lebih dari itu, cerita kami ini adalah cerita perjalanan hidup sepasang insan yang ternaung dalam lindungan Ilahi. Kami saling menyayangi karena-Nya. Dan walaupun nantinya ketentuan dari-Nya berkata lain dengan menghendaki kami berpisah sebelum sempat bertemu kembali, insya Allah kami akan menjadi orang yang tabah dengan sama-sama melepaskan ikatan karena-Nya juga.
*De, hanyalah sebuah ikon.
Oleh: De*
meski kau tak slalu di sampingku...
aku tetap tegar menjalani hidup dengan cintamu
aku kan slalu menanti kedatanganmu
karena bagiku, kau adalah segalanya
semoga kita kan bersama dalam nuansa
bahagia yang kita damba
I Miss You
Email pertama buat kekasihku yang jauh nun di sana, yang aku kirimkan beberapa waktu yang lalu. Dia memang baru saja meninggalkanku, demi mencapai sebuah cita-cita luhurnya, belajar di Negeri Para Nabi-Nya. Hubungan kami hubungan jarak jauh. Selama hampir empat tahun berhubungan, kami jarang sekali bertemu. Maklum, aku lahir dan besar di Jakarta, sedang dia asli Malang. Rasa rindu hanya tersalurkan via sms atau sapa lewat telepon.
"Penantian memang pekerjaan yang paling membosankan, sayang. Tapi kalau penantian itu dibarengi dengan harapan yang sangat besar akan datangnya sesuatu yang dinanti, maka penantian bukan lagi hal yang membosankan, melainkan berubah menjadi sesuatu yang sangat indah. Aku janji akan segera kembali, ke pelukanmu. Yang penting, kamu tetap sabar dan tegar. Aku selalu ada di hatimu, sayang" Kata-kata terakhir kekasihku, yang selalu terngiang di telingaku dan memberiku kekuatan.
***
Sepulang dari kampus, aku sempatkan mampir ke warnet. Harapan besar kekasihku membalas emailku yang lalu. Senyum indah tersungging di bibirku, tatkala ada satu email masuk darinya.
dalam perjalanan panjangku
satu nama telah memberi warna di jiwaku
itulah namamu, de
senyummu takkan pernah hilang dari mataku
karna namamu slalu terukir dihatiku
kebersamaan kita merona menjelma cinta
nafasku tersengal antara harapan dan ketakutan akan dirimu
yang benar-benar menjadi sosok yang begitu aku rindu
namun...apakah kau merasa apa yang kurasakan saat ini, de?
mengapa aku slalu merasa takut kehilangan ?
seribu perasaan slalu menghantui kemanapun aku pergi.
apakah kau merasakan hal yang sama, sayang?
I Miss You too
Tak perlu kau menanyakan kesetiaan seorang perempuan, sayang. Sekali dia bilang setia, seumur hidupnya dia akan setia. Justru aku yang seharusnya mengirim email ini buatmu, karena aku tahu bagaimana laki-laki itu, sedikit banyak aku tahu. Rasa takutku akan kehilangan dirimu, melebihi apa yang kau rasa. Jangan kau tanya lagi rasa rinduku yang tertahan di dada, sudah tidak ada lagi wadah untuk menumpahkannya. Saat ini, hanya kekuatan cintalah yang membuatku bertahan. Ikrar setiamulah yang selalu aku jadikan pegangan. Sungguh, aku sangat menantimu kembali.
***
Perasaanku sedang tidak enak, nich. Sudah hampir satu minggu kekasihku tidak mengirim kabar kepadaku, sms pun tidak. Ada apa, ya? Apakah dia sudah tidak rindu lagi kepadaku? Apakah dia sudah mulai akan melupakanku? Apakah sudah ada perempuan lain yang saat ini merebut hatinya dari hatiku? Tidak!!! Jangan kau coba mengganggu hubungan "mesra" kami dengan tuduhan-tuduhan seperti itu. Aku sudah kenal siapa dia, sudah kenal banyak tentangnya. Dia tidak mungkin mengkhianati cintaku. Dia akan tetap setia kepadaku. Dia tidak mungkin berpaling kepada perempuan lain. Dia adalah pengeranku, dan aku adalah bidadari paginya.
Ku tatap foto ukurun jumbo di dinding kamarku. Seutas senyumnya yang manis, ditujukan hanya padaku. Ku tatap lama foto itu, sampai bip message dari hp-ku berbunyi, dan membuyarkan lamunanku akan dia yang begitu aku puja. Satu message dari kekasihku. Apa aku bilang tadi? Dia pasti akan menghubungiku. Tidak mungkin, dia melupakan aku. Pengorbanan kami selama ini tidak mungkin dia sia-siakan begitu saja.
Yang…sehat kan? Lagi ngapain ne? Sorry banget ya, udah lama aku nggak kirim kabar. Banyak urusan, sayang. Sebagai mahasiswa baru di sini, aku harus lapor diri dulu ke KBRI. Harus bikin kartu mahasiswa, berebutan dengan beribu-ribu mahasiswa lainnya. Sorry banget ya..!! MmuaacchhhJ
Duhai, CINTA. Indahnya. Rasa rindu memang kadang sangat menyiksa. Tapi, lama kelamaan, setelah dirasa-rasa kembali, rasa rindu itu terasa sangat nyaman. Kau tahu, betapa aku sangat merindukanmu. Dan kau bisa mengobati rinduku, yang semakin hari semakin menyiksa, hingga kadang membuatku harus mengalah. Demi CINTA, aku akan tetap rela dengan keadaan seperti sekarang ini. Aku sangat yakin, saat bahagia itu akan segera tiba.
***
Segera aku berlari ke warnet dekat rumahku. Aku ingin mengirim email lagi buatnya, sebagai balesan sms yang baru saja dia kirim. Aku sedang tidak ada pulsa. Jadi aku putuskan untuk bales lewat email saja. Untunglah, warnet langgananku tidak sesesak sebelumnya, hanya ada satu-dua orang di sana. Segera aku duduk. Dan dengan perasaan CINTA, tanganku menari di atas tuts-tuts keyboard.
Saat kutatap wajahmu
kutemukan kesejukan kala bibir manismu merekah
dengan senyum di wajah cerahmu
Kehidupanku laksana layar kecil
yang menuju pulau idaman
didalamnya kala ada suka, kala ada duka
Tapi itulah realita
Realita mempertemukan kita pada dua jalan
yang membentang panjang di hadapan mata
Kau tempuh saharamu yang jauh, akupun merangkak
dalam pekat malam diujung petang tanpa ambang
Dan aku takkan menyerah kala angin membuatku goyah
Walau payah, lelah, memaksaku tuk mengalah
Karna aku yakin, kebahagiaan akan datang dan impian
akan menjadi kenyataan
Datangmu ku tunggu, tuk hempaskan seluruh luka dan duka
bersama air mata di peluk eratmu
Percayalah...kau simponi hidupku
Pengiring melodi sepi yang kita huni sampai nanti
Love U n Miss U so Much
Puas rasanya hati ini, setelah sejuta perasaan di hati dapat aku tumpahkan lewat untaian kata indah puisi. Ku harap, kekasihku bisa mengerti apa yang sedang aku rasa saat ini. Aku sangat merindukan sosok indahnya. Aku ingin segera bertemu kembali. Dua bulan perpisahan itu, ku rasa bagai berabad-abad lamanya. Benar kata mereka, CINTA itu semakin terasa saat orang yang kita cintai berada jauh dan tidak menemani kita di sisi.
***
Begitulah perjalanan kasih kami, selalu hanya lewat sapa sms, saling kirim email dan sekali-dua kali aku atau dia nelepon untuk sekedar tanya kabar dan kesibukan masing-masing. Kami menikmati hubungan seperti ini. Dengan menjalani hubungan yang seperti ini, kami bahkan lebih optimis bisa bersatu dalam jenjang yang lebih “sempurna”. Hubungan jarak jauh yang menurut beberapa orang sulit untuk bersatu, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kelancaran hubungan kami.
Memang, tidak bisa aku pungkiri, sebagai seorang perempuan, rasa khawatir dan takutku akan kehilangan dia, kadang-kadang membuatku curiga dan sempat ragu akan kesetiaan dia. Itu hal biasa. Semua perempuan merasakan hal ini, jika jauh dari sang pujaan hati. Untunglah, dia lumayan sering menyapaku. Sering memberiku semangat hidup. Selalu memperhatikan aku. Dia tahu apa yang paling diharapkan seorang perempuan dari seorang laki-laki, PERHATIAN. Rasa sayang dan cinta itu akan memudar, untuk kemudian akan hilang sedikit demi sedikit, kalau tidak dibumbui dengan perhatian yang sangat akan apa yang kita sayangi dan kita cintai. Rasa sayang itu ibarat bunga, perlu disiram dan dipupuk. Dibiarkan begitu saja, bunga itu akan layu, MATI.
Satu tahun berlalu, 25 Juni 2006
Hubungan kami selama ini baik-baik saja, Alhamdulillah. Aku selalu berharap dalam setiap doaku, semoga Allah menjadikan dia sebagai pangeran rumah tanggaku, yang akan membimbingku dalam beribadah kepada-Nya. Hanya Tuhanlah yang bisa menentukan semua. Kami berdua manusia lemah yang hanya bisa berusaha. Segala ketentuan, kami pasrahkan hanya kepada-Nya.
Sehabis shalat isya’, hp-ku kembali berbunyi, tanda ada sebuah message masuk. Ternyata, kekasihku kembali menyapaku.
Yang...aku akan berlibur ke Indonesia tahun ini, sehabis ujian term II nanti. Insya Allah, aku akan berangkat dari Cairo tanggal 3 Juli. Kamu akan menjemput aku di bandara kan? Aku pulang untuk meminangmu, sayang. Telah aku kirim surat pinanganku lewat email kemarin. Dibaca yaa..! See U
Puji syukur hanya milikMu, ya Allah. Kau telah menjawab segala kegelisahanku selama ini. Kau balas kesabaranku selama ini dengan sesuatu yang setimpal. Terima kasih buatMu, ya Tuhanku...!!
Tak sabar aku ingin membaca emailnya. Tak sabar juga ingin segera tanggal 3 bulan Juli. Aku pendam rasa tak sabarku itu. Esok pasti datang jua, aku akan mampir ke warnet setelah dari kampus. Aku ingin segera nyenyak dalam tidur. Ingin dia hadir dalam mimpi indahku malam ini, dengan sebuah cincin pertunangan yang nantinya akan melingkar di jari manisku.
***
Di saat malam datang
kau buat tidurku gelisah
tuk tentukan kemana langkahku
De..
sabarlah menanti
takkan lama lagi
saat musim berganti
aku kan datang meminangmu
De..
percayalah hati ini pun sepi
rindu akan hadirmu
cahaya hidupku
penerang jalanku
kaulah yang akan menjadi irama dalam hidupku
De sayang...
jangan menangis terus
hapus air mata di wajah cantikmu
penantianmu pasti berakhir di batas waktu
percaya padaNYA,
ini hanya likuan hidup
Yang..
janganlah kau risau
gelisah hatipun jangan
saat itu pasti kan datang
saat ku datang padamu
saat ku katakan dengan indah
izinkan aku meminangmu
menikahlah denganku
jadikan aku raja bagimu
dalam istana hatimu..
salam sayang selalu
Kini, cerita tentang aku dan dia bukan lagi cerita sepasang kekasih yang sedang merajut CINTA. Bah, apa CINTA itu? Hasrat berlebihan untuk memiliki seseorang? Nafsu tak tertahan terhadap lawan jenis? Atau persepsi lainnya tentang CINTA? Tidak ada dalam cerita kami seperti itu. Lebih dari itu, cerita kami ini adalah cerita perjalanan hidup sepasang insan yang ternaung dalam lindungan Ilahi. Kami saling menyayangi karena-Nya. Dan walaupun nantinya ketentuan dari-Nya berkata lain dengan menghendaki kami berpisah sebelum sempat bertemu kembali, insya Allah kami akan menjadi orang yang tabah dengan sama-sama melepaskan ikatan karena-Nya juga.
*De, hanyalah sebuah ikon.